kebahagian itu pada dasarnya temporary,,,
namun kesedihan juga temporary,,,,,
mendadak menangis,,,
mendadak tertawa,,
semuanya hanya sementara,,,,
Thank’s God,setiap harga yang harus ku bayar….. Telah menjadikan aku dewasa dalam-MU…..
kebahagian itu pada dasarnya temporary,,,
namun kesedihan juga temporary,,,,,
mendadak menangis,,,
mendadak tertawa,,
semuanya hanya sementara,,,,
Thank’s God,setiap harga yang harus ku bayar….. Telah menjadikan aku dewasa dalam-MU…..
Kalau C.I.N.T.A. pasti nggak begini,,,,,,,
Aku rasa ini bukan “rasa”,,,,,,,
Kamu pun tau kita bukan C.I.N.T.A.
Hanya menikmati kebersamaan kita,,,,
Hemmmmmmmmmm, nyaman kedengarannya,,,,,
MemangĀ NYAMAN,,,,,,,
Tapi tak kutemukan “sesuatu”…..
“Sesuatu” yang bisa membuatku benar-benar merasakan,,,,,,,,
Merasakan apa yang kekasihmu rasakan,,,,,,,,
Tak kutemukan itu,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Haruskah aku bertahan dalam kehampaan yang menyamankan ini,,,,,,,,,,
Harusnya tidak,,,,
dan Harusnya aku mampu untuk TEGAS,,,,,,,
Semua orang tahu bagaimana rasanya jika sedang sakit. Tidak enak’kan? Karenanya, tidak seorang pun yang mau sakit! Inilah kisah tentang seorang gadis yang hampir sepanjang hidupnya menderita sakit. Namun ia menanggung segala penderitaannya itu dengan tabah dan penuh sukacita. Sekarang ia diangkat menjadi santa pelindung orang-orang sakit. Namanya ialah Bernadette.
Pada tanggal 7 Januari 1844, dari pasangan Francois Soubirous -seorang pengusaha penggilingan gandum yang jatuh miskin- dan isterinya, Louise Casterot, lahirlah seorang bayi, anak mereka yang sulung. Bayi itu mereka beri nama Marie Bernarde. Karena perawakannya yang kecil mungil, anak itu kemudian biasa dipanggil Bernadette (Bernarde kecil).
Sejak bayi kesehatan Bernadette kurang baik. Ia selalu saja menderita sakit, terutama asma. Bukannya mengeluh, tetapi Bernadette mempersembahkan semua penderitaannya kepada Tuhan sebagai silih demi pertobatan orang-orang berdosa. . Bagi Bernadette, sakit juga bukan berarti bebas dari segala tugas dan kewajiban. Ia tetap harus membantu ibunya mengasuh kelima adiknya. Dan ketika Bernadette telah dianggap cukup umur, ia pun harus bekerja sebagai pembantu dan penggembala ternak.
Suatu hari, pada tanggal 11 Februari 1858, suatu peristiwa yang luar biasa terjadi. Ketika ia bersama seorang adik dan seorang temannya sedang mencari kayu bakar di padang, Bunda Maria menampakkan diri kepadanya di sebuah gua yang disebut Massabielle (=Batu Besar), di tepi sungai Gave dekat kota Lourdes. Bernadette tidak tahu siapa wanita cantik itu dan apa yang ia inginkan. Bunda Maria menampakkan diri kepadanya sebanyak 18 kali. Pada tanggal 25 Maret 1858, pada penampakannya yang ke-16, Bunda Maria mengungkapkan siapa dirinya, “Akulah yang Dikandung Tanpa Dosa.” (‘Que Soy Era Immaculada Conceptiou’ atau ‘I Am The Immaculate Conception’).
Setelah peristiwa penampakan itu Bernadette semakin banyak menderita, baik karena kecurigaan orang-orang yang tidak mau percaya, oleh perhatian berlebihan dari mereka yang percaya serta ancaman dari penguasa setempat. Semuanya itu ditanggungnya dengan tabah dan sabar.
Pada usia 22 tahun, Bernadette menggabungkan diri dengan Suster-suster Karitas di Nevers, Perancis. Tiga belas tahun lamanya ia tinggal di biara dan sebagian besar dari waktu tersebut dihabiskannya di tempat tidur karena sakit yang dideritanya.
“Pekerjaanku semakin maju,” kata Bernadette.
“Pekerjaan apa?” tanya seorang suster keheranan.
“Pekerjaan bersakit-sakit!” jawabnya sambil tersenyum.
Bernadette seorang yang sangat rendah hati. Lebih dari apa pun, ia tidak ingin dipuji. Suatu ketika seorang suster bertanya kepadanya apakah ia merasa bangga karena dipilih oleh Bunda Maria. “Bagaimana mungkin,” Bernadette cepat-cepat menjawab, “Bunda Maria memilih saya justru karena saya inilah yang paling hina.” Suatu jawaban dari kerendahan hati yang paling dalam!
Bernadette wafat pada tanggal 16 April 1879 dalam usia 35 tahun karena penyakit tuberculosis. Tubuhnya masih utuh hingga kini meskipun ia telah meninggal lebih dari seabad yang lalu. Pada tahun 1933 Bernadette diangkat sebagai santa oleh Paus Pius XI. Pestanya dirayakan pada tanggal 16 April.
* ketika ku lihat kau bersama dia
tak ada penyesalan dalam hidupku
dan apa yang ku rasakan saat ini
seperti dahulu ku tak mengenalmu
ketika ku lihat kau bersama dia
tak ada lagi hasrat dalam hidupku
kepada dirimu yang dulu tercinta
tak ada lagi kenangan, takkan lagi harapan
Reff:
everybody knew you’re a liar
everybody knew you’re a player
everybody knew you’re never serious
risk your love at me
and i tell you once again baby
Kembali *
Kembali ke Reff [3x]
serious risk your love at me
and i tell you once again oh baby
====
lama nggak buka blog ini,,,,,,,,,,,, menunggu semuanya kembali normal,baru mulai ingin nulis lagi,,,,, (maaf, banyak tulisan tidak normal yang harus terhapus) hihihihihi,,, hati,jiwa,rasa tlah memiliki satu tujuan yang sama, mungkin saatnya menuliskan lagi apa yang ada di benak, mulai lagi menafsirkan diri,,,, sakit, berada dalam ketidaknormalan jiwa,,,,,,,, ingin memiliki yang tidak termiliki,tapi malah mengabaikan apa yang ada digenggaman,,, oh GOD, I’m so sorry,,,,,,,,,, saatnya bangkit,,,, menata ulang semua yang sempat berserakan,,,,,
lama gak nulis,,,,,,,,,,,,,
pengen nulis lagi, dari hati,semoga,,,,,,,,
Mama masih inget nggak dulu aku suka mainin rambut mama………
Meski kadang mama kesakitan karna kujambak, tapi mama tetep seneng…..
Mama masih inget nggak berapa kali aku salah paham sama mama…..
Mungkin ribuan kali aku salah paham sama mama……
Aku selalu merasa dipersalahkan……..
Padahal menurutku mama yang salah,salah,dan salah……..
Dan aku pun pernah merasa My mom is a monster…….
Sering marah, sering mencubit, sering berteriak-teriak……..
Dulu Mama bagaikan musuh besarku…..
Tak pernah mengerti ke-akuanku
Yach… emosi jiwa mudaku yang meletup-letup………
Berusaha mencari jati diri……
Tapi tak pernah dimengerti………
Waktu pun berlalu…….
Entah siapa yang lebih memahami terlabih dahulu……….
Aku memahami mama…
Atau mama memahami aku…………
Entahlah, yang aku tau aku lebih merasa nyaman dengan mama……….
Dan malam ini pun aku menangis buat mama……
Karna aku melihat mama menangisiku………..
Mama nggak ingin aku pergi………
Mama ingin tetap bersamaku……….
Mama ingin tetap memelukku……
Mama ingin tetap menganggapku “Vonny kecilnya”……..
Yang suka memainkan rambut mama…….
(ternyata aku punya mama yang luar biasa mencintaiku)
malam tetaplah malam
dan aku pun masih tetap di sini
menunggu sesuatu
entah apa itu
sesuatu untuk menunggumu atau…
sesuatu untuk melupakanmu
ku tak mengerti
aku pun tak bisa memisahkan cinta dan benci di hatiku
aku pun masih tetap merindu
kamu,kamu, dan kamu lagi……..
menunggumu sampai kau tak tampak lagi……….